Dampak besar menyontek untuk masa depan yang tidak terpikirkan oleh siswa-siswi di Sekolah


Dampak besar menyontek untuk masa depan yang tidak terpikirkan oleh siswa-siswi di Sekolah - Menyontek dalam ulangan/ujian kini telah menjadi budaya dikalangan pelajar di Indonesia. Betapa tidak, mereka bahkan melakukan segala cara agar dapat mengisi lembar jawaban, salah satunya dengan cara searching dihandphone ataupun menyontek ke teman sebangku yang juga menyontek ke suatu kertas yang olehnya sudah ditulis sebuah contekan.

Artikel ini saya buat karena saya risih, kenapa sih untuk mendapatkan nilai bagus itu harus menyontek?

Dan juga berdasarkan Opini saya, jika Anda memiliki pendapat lain mohon berkomentar dibawah artikel ini.

Kembali ke topik utama...

Walaupun saya juga pernah menyontek atau bahkan sering. Namun, ketika saya sadar apa yang dapat ditimbulkan dari menyontek untuk masa depan, saya mulai mengurangi budaya menyontek ketika ulangan.

...lalu apa yang dapat ditimbulkan dari menyontek untuk masa depan?

Oke gini...
Menyontek suatu tindakan yang tidak jujur, bukan?
Tentunya nilai besar atau kecil yang dihasilkan dari menyontek juga akan tetap tidak barokah karena menyontek adalah suatu tindakan yang tidak jujur atau curang. Tentunya dalam agama sebuah kecurangan dalam kompetensi (kita sebut saja berkompetensi) itu sangat dilarang dan tidak barokah.

...lalu apa hubungannya dengan masa depan?

Gini untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, misal disuatu perusahaan besar. Maka kita harus memiliki raport dan ijazah yang nantinya akan digunakan untuk melamar.

Raport dan ijazah itu berisikan nilai-nilai pelajaran yang sudah dipadukan dengan nilai-nilai ulangan/ujian ketika sekolah. Masih bersyukur jika semua nilai bagus diraport didapatkan dengan kejujuran atau real usaha sendiri.
Tapi bagaimana dengan nilai yang didapat dengan cara menyontek?
Seperti yang saya katakan diatas nilai yang didapat dari hasil menyontek itu tidak barokah karena suatu tindakan kecurangan dan ketidak jujuran.

Nah jika Anda termasuk orang yang pernah atau sering menyontek seperti saya, dan nilai diraport besar-besar lalu Anda diterima disuatu perusahaan yang akan menggaji Anda cukup besar.

Gaji tersebut tentunya akan kita gunakan untuk keperluan kita sehari-hari seperti makan, atau bahkan memberi makan orangtua kita sendiri dan juga anak dan Istri kita.

Nah ini yang saya sebut Dampak besar menyontek untuk masa depan kita sendiri.

...lahh ko disebut dampak besar? Bukannya bagus ya kita dapat memberi makan orangtua kita ataubahkan anak dan Istri kita?...

Memang benar itu sangat bagus!
Namun, coba pikirkan kembali. Gaji tersebut dihasilkan oleh kerja keras kita diperusahaan yang kita lamar tadi. Nahh jangan lupakan bahwa kita diterima bekerja diperusahaan tersebut karena nilai raport kita itu besar-besar karena hasil menyontek.

Dan saya tekankan lagi, menyontek itu tidak barokah.

...sehingga apa yang kita dapat dari bekerja keras diperusahaan tersebut tidak barokah...

Hanya sepele bukan, tapi dapat menjadi amal buruk Jariyah atau berkelangsungan...

Kesimpulannya, mari kita kurangi tindakan menyontek khususnya bagi saya dan Anda yang masih pelajar karena itu suatu tindakan kecurangan...dan Tuhan tidak menyukai itu.

...Mas, semua nilai diraport saya itu dihasilkan dari menyontek. Lalu saya harus bekerja apa jika nantinya tidak barokah?...

Jawabannya simple dan mudah...

Janganlah Anda bekerja dengan cara melamar kesuatu perusahaan, karena mereka akan melihat dari Ijazah dan raport Anda nantinya. Namun carilah suatu pekerjaan yang tidak akan melihat raport Anda sebagai prioritas utama. Ya bisa bekerja dengan rekan, keluarga, atau bahkan pekerjaan yang tidak membutuhkan raport dan ijazah.

...apakah ada suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan raport sebagai prioritas utama?...

Jawabannya Ada...
Bahkan ini cara halal.

Cukup buatlah sebuah usaha untuk Anda sendiri...

Dijamin tidak membutuhkan raport sebagai prioritas utama. Karena usaha tersebut Anda yang miliki. Lupakan Ijazah dan raport yang isinya nilai hasil menyontek. Kita berpikir secara luas saja....

Tentunya uang yang kita hasilkan dari usaha kita tersebut adalah halal jika kita menjalankan usahanya dengan cara benar dan jujur.

Jadi fokushlah untuk berwirausaha. Banyak yang berpikir, bahwa menjadi pejabat itu lebih bagus daripada nerdagang. Tapi cara pandang tersebut sebenarnya salah. Bahkan berdaganglah adalah suatu pekerjaan yang sangat bagus dan baik.

Bahkan Rasululloh juga sudah belajar berdagang sewaktu kecil bersama pamannya...

Intinya, kurangi budaya menyontek kita untuk masa depan yang baik :D

Tidak terasa Artikel ini sudah sampai ujung pembicaraan. Sekali lagi saya membuat artikel ini berdasarkan penagamatan saya yang sudah didiskusikan dengan teman saya bahwa nilai yang dihasilkan dari menyontek itu tidak barokah dan tentunya berdampak besar bagi masa depan kita.

Jika ada kesalahan yang kecil ataupun besar (fatal) Anda bisa menyangganhnya dikolom komentar dibawah artikel ini.
...Semoga bermanfaat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon